1. Bermegah-megahan telah
melalaikan kamu*,
2. sampai kamu masuk ke dalam
kubur.
3. janganlah begitu, kelak kamu
akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
4. dan janganlah begitu, kelak
kamu akan mengetahui.
* Maksudnya: Bermegah-megahan
dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya telah
melalaikan kamu dari ketaatan.
Ibnu Hatim yang bersumber dari
Ibnu Buraidah meriwayatkan bahwa ayat ini (1-2) turun berkenaan dengan dua
kabilah Anshar, bani Haritsah dan Bani Harits yang saling menyombongkan diri
dengan kekayaan dan keturunannya. Mereka saling Tanya: “Apakah kalian mempunyai
pahlawan yang segagah dan secekatan si anu?” mereka saling menyombongkan diri
dengan kedudukan dan kekayaan orang-orang yang masih hidup. Mereka juga saling
mengajak pergi ke kuburan untuk menyombongkan kepahlawanan golongannya yang
sudah gugur, dengan menuju ke kuburannya. Ayat ini (1-2) turun sebagai teguran
kepada orang-orang yang hidup bermegah-megahan sehingga ibadahnya kepada Allah
terlalaikan.
Dalam riwayat Ibnu Jarir yang
bersumber dari ‘Ali dikemukakan bahwa ‘Ali pernah berkata: “Pada mulanya kami
sangsi tentang siksa kubur. Setelah turun ayat ini (1-4), hilanglah kesangsian
itu.
admin sangat jauh dari kesempurnaan. mohon koreksi dan masukannya..
klik pelajaran "tajwid" dan "fiqih"
admin sangat jauh dari kesempurnaan. mohon koreksi dan masukannya..
klik pelajaran "tajwid" dan "fiqih"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar