1. Katakanlah: “Hai orang-orang
kafir,
2. aku tidak akan menyembah apa
yang kamu sembah.
3. dan kamu bukan penyembah Tuhan
yang aku sembah.
4. dan aku tidak pernah menjadi
penyembah apa yang kamu sembah,
5. dan kamu tidak pernah (pula)
menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
6. untukmu agamamu, dan
untukkulah, agamaku.”
(al-Kaafiruun: 1-6)
Diriwayatkan oleh ath-Thabarani
dan Ibnu Abi Hatim, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa kaum Quraisy berusaha
mempengaruhi Nabi Muhammad saw dengan menawarkan harta kekayaan agar beliau
menjadi orang yang paling kaya di kota Mekah. Mereka juga menawarkan
kepada beliau untuk menikahi wanita mana saja yang beliau kehendaki. Upaya
tersebut mereka sampaikan kepda beliau seraya berkata: “INilah yang kami
sediakan bagimu hai Muhammad, dengan syarat engkau jangan memaki-maki
tuhan-tuhan kami dan menjelek-jelekkannya, atau sembahlah tuhan-tuhan kami
selama setahun.” Nabi Muhammad saw menjawab: “Aku akan menunggu wahyu dari
Rabb-ku.” Surat ini turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai perintah untuk
menolak tawaran kaum kafir itu.
Dan turun pula surat az-Zummar
ayat 64 64. Katakanlah: “Maka Apakah kamu menyuruh aku
menyembah selain Allah, Hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?” sebagai
perintah untuk menolak ajakan orang-orang bodoh yang menyembah berhala.
Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq yang bersumber dari
Wahb; dan diriwayatkan pula oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Juraij bahwa
kaum kafir Quraisy berkata kepada Nabi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar