Ketahuilah bahwasanya Al Qori’ah merupakan salah satu nama kiamat sebagaimana kiamat juga dinamakanAl Haqqoh dan Al Ghosiyah.
Kenapa dinamakan
demikian? Karena pada saat itu hati begitu gelisah karena terkejut (takut).
Kemudian Allah berfirman,’Apa itu Al Qori’ah’? Konteks kalimat ini dalam
konteks kalimat tanya. Para ulama mengatakan bahwa setiap konteks kalimat
seperti ini menunjukkan sangat besar dan ngerinya perkara yang disebutkan.
Pada ayat selanjutnya
Allah berfirman (yang artinya), ’Pada hari itu manusia adalah seperti firosy
yang bertebaran’.
Apa
itu firosy?
Para ulama mengatakan
bahwa firosy adalah binatang kecil yang beterbangan.
Tatkala ada cahaya pada
malam hari binatang itu saling berdesakan dan berebutan. Binatang ini
penglihatannya begitu lemah sehingga tidak tahu arah dan tujuan. Itulah gambaran keadaan manusia tatkala hari kiamat, tatkala bangkit dari kuburnya. Manusia sangat
bingung, berdesak-desakan tanpa tahu arah dan tujuan.
Kemudian bagaimana
keadaan gunung-gunung yang terpancang begitu kokohnya di bumi ini? Allah
berfirman mengenai hal tersebut, ”dan gunung-gunung adalah seperti ’ihni yang
dihambur-hamburkan”.
Para ulama mengatakan
bahwasanya ’ihni di situ adalah bulu domba (shuf). Ada pula yang
mengatakan bahwa ’ihni adalah kapas. Jadi ’ihni adalah suatu benda yang sangat
ringan. Yang apabila diletakkan pada tangan, bulu (kapas) akan berhamburan
tidak karuan. Itulah keadaan bumi pada hari kiamat nanti. Gunung-gunung akan
hancur luluh sebagaimana dijelaskan pada firman Allah lainnya,
وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا (5) فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا (6)
”Dan gunung-gunung
dihancur luluhkan seluluh-luluhnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan.”
(QS. Al Waqi’ah [56] : 5-6)
Kemudian pada hari
kiamat nanti Allah akan membagi manusia menjadi dua golongan.
Yang pertama adalah : yang berat timbangannya, maksudnya adalah
berat timbangan kebaikan daripada kejelekannya.
Yang kedua adalah : yang ringan timbangannya, maksudnya adalah
berat timbangan kejelekannya daripada kebaikannya.
Untuk golongan pertama,
Allah menjanjikan kepada mereka ’berada dalam kehidupan yang diridhoi’. Masya
Allah!! Semoga Allah memudahkan kita termasuk golongan yang pertama ini. Itulah
balasan bagi orang yang beriman dan beramal sholih. Allah menjanjikan bagi
mereka kehidupan yang menyenangkan, tidak ada kesusahan, tidak ada lagi
kesedihan dan rasa takut. Semua akan mendapatkan ketenangan di dalamnya yaitu
hidup di surga yang kekal.
Sedangkan golongan kedua
adalah golongan yang sangat menyedihkan kehidupannya. Semoga Allah menjauhkan
kita darinya. Di mana golongan ini adalah golongan yang ringan timbangan
kebaikannya. Dan di sini ada dua kemungkinan, bisa saja orang kafir yang tidak
punya kebaikan sama sekali dan orang muslim yang lebih banyak kejelakan
daripada kebaikannya. Na’udzu billahi min dzalik.
Bagaimana kondisi
golongan yang kedua ini? Allah berfirman,
وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ
(8) فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ (9)
”Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka
tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.”
Apa yang dimaksud ummu dalam ayat tersebut? Ada
dua tafsiran mengenai hal tersebut. Sebagian ulama menafsirkan ummu adalah tempat kembali. Padahal ummu secara bahasa berarti ibu. Kenapa disebut
demikian? Karena tempat kembali seseorang adalah ibunya. Tatkala nangis pasti
akan menuju ke ibunya agar redah.
Ada sebagian ulama yang
mengatakan bahwa ummu adalah otak kepala. Maksudnya adalah seseorang akan dilemparkan di neraka dengan
otaknya (kepalanya). Nas’alullahas salamah (kita memohon kepada Allah
keselamatan dari hal itu). Makna keduanya bisa kita gunakan.
Kemudian apa itu
Hawiyah? (Yaitu) api yang sangat panas. Dan ingatlah panasnya api neraka
tidaklah sama dengan api di dunia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,”
Panas api kalian di dunia hanya 1/70 bagian dari panas api
jahannam.” (HR. Bukhari).
Masya
Allah!! Berarti sangat
dahsyat sekali siksaan di dalamnya.
Lihatlah di sini Allah
menyebut mizan (timbangan). Di akhirat kelak Allah, setiap orang bersama dengan amalan dan catatan amalnya akan ditimbang pada satu timbangan. Namun ingat
walaupun di sini dikatakan yang ditimbang adalah orangnya dan amalan serta
kitabnya, bukan berarti orang yang gemuk, timbangannnya akan menjadi berat.
Terdapat dalam hadits bahwa
datang seorang laki-laki yang besar badannya pada hari kiamat. Di sisi Allah,
tidaklah satu lengan tangannya dapat mengganti berat dosa-dosanya yang
menumpuk.
Kemudian dikatakan dalam hadits lainnya bahwa bekas nampan memberi orang minum
lebih berat dari gunung Uhud. Masya
Allah.
admin sangat jauh dari kesempurnaan. mohon koreksi dan masukannya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar