2. dan demi malam apabila telah
sunyi (gelap),
3. Tuhanmu tiada meninggalkan
kamu dan tiada (pula) benci kepadamu*.
4. dan Sesungguhnya hari
kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)**.
5. dan kelak Tuhanmu pasti
memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas.
(adl-Dluhaa 1-5)
* Maksudnya: ketika
turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad s.a.w. terhenti untuk Sementara waktu,
orang-orang musyrik berkata: “Tuhannya (Muhammad) telah meninggalkannya dan
benci kepadaNya”. Maka turunlah ayat ini untuk membantah Perkataan orang-orang
musyrik itu.
** Maksudnya ialah bahwa akhir
perjuangan Nabi Muhammad s.a.w. itu akan menjumpai kemenangan-kemenangan,
sedang permulaannya penuh dengan kesulitan-kesulitan. ada pula sebagian ahli
tafsir yang mengartikan akhirat dengan kehidupan akhirat beserta segala
kesenangannya dan ula dengan arti kehidupan dunia.
Diriwayatkan oleh asy-Syaikhaan
(al-Bukhari dan Muslim) dan lain-lain yang bersumber dari Jundub bahwa
Rasulullah saw merasa kurang enak badan sehingga beliau tidak shalat malam
selama satu atau dua malam. Seorang wanita datang kepada beliau seraya berkata,
“Hai Muhammad, aku melihat setanmu (yang ia maksud adalah malaikat Jibril)
telah meninggalkan engkau.” Maka Allah menurunkan ayat ini (1-3) yang
menegaskan bahwa Allah tidak membiarkan Muhammad dan tidak membencinya.
Diriwayatkan oleh Sa’id bin
Manshur dan al-Faryabi, yang bersumber dari Jundub bahwa Jibril untuk beberapa
lama tidak datang kepada Nabi saw. Berkatalah kaum musyrikin: “Muhammad telah
ditinggalkan.” Maka turunlah ayat-ayat ini (adh-Dhuhaa 1-3) yang membantah
ucapan mereka.
Diriwayatkan oleh al-Hakim yang
bersumber dari Zaid bin Arqam bahwa berhari-hari Rasulullah saw tidak didatangi
Jibril. Berkatalah ummu Jamil, istri Abu Lahab: “Aku berkesimpulan bahwa
sahabatmu (Jibril) telah meninggalkan engkau dan marah kepadamu.” Maka turunlah
ayat-ayat ini (1-3) yang membantah anggapan ummu Jamil ini.
Diriwayatkan oleh ath-Thabrani,
Ibnu Abi Syaibah di dalam Musnadnya, al-Wahidi, dan lain-lain, dengan sanad
yang diantaranya ada perawi yang tidak dikenal, dari Hafsh bin Maisarah
al-Quraisy, dari ibunya, yang bersumber dari ibunya, yaitu Khaulah (nenek
Hafsh), bahwa seekor anak anjing masuk ke rumah Rasulullah saw dan tinggal di
bawah ranjang beliau hingga mati. Ketika itu selama empat hari, Rasulullah saw
tidak menerima wahyu. Rasulullah saw bersabda: “Hai Khaulah, ada apa di rumahku
ini sehingga Jibril tidak datang kepadaku?” Khaulah berkata: “Ketika aku
membersihkanrumah dan menyapunya, dari bawah ranjang seekor anak anjing yang
sudah mati tersapu olehku, kemudian aku mengeluarkannya.” Ketika itu aku
melihat Rasulullah saw gemetar kedinginan padahal beliau mengenakan
jubah-sebagaimana biasanya beliau suka gemetar manakala turun wahyu”. Pada waktu
itulah turun ayat-ayat ini (adh-Dhuha 1-5)
Menurut al-Hafizh Ibnu Hajar,
kisah lambatnya Jibril turun yang disebabkan anak anjing itu masyhur. Akan
tetapi sangatlah gharib bila dijadikan sebagai sebab turunnya ayat itu, bahkan
ganjil dan terbantahlah oleh riwayat yang termaktub di dalam kitab Shahihul
Bukhari.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir
yang bersumber dari ‘Abdulallah bin Syaddad bahwa Khadijah berkata: “Barangkali
Rabbmu marah kepadamu.” Ayat-ayat ini (1-5) turun berkenaan dengan peristiwa
tersebut.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir
yang bersumber dari ‘Urwah bahwa Jibril lama tidak datang kepada Nabi saw
sehingga beliau merasa sangat cemas. Khadijah berkata: “Bila melihat
kecemasanmu, aku kira Rabbmu benar-benar marah kepadamu.” Ayat adh-Dhuha 1-3
turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.
Kedua riwayat Ibnu Jarir di atas
mursal, akan tetapi rawi-rawinya tsiqat (kuat). Al-Hafizh Ibnu Hajar menyatakan
bahwa kedua riwayat itu (riwayat al-Hakim dan Ibnu Jarir) jelas, yaitu dari
Ummu Jamil untuk menyatakan dendam kesumatnya, dan Khadijah ungkapan turut
bersedih dan cemas.
Diriwayatkan oleh al-Hakim,
al-Baihaqi di dalam kitab ad-Dalaa-il, ath-Thabarani, dll, yang bersumber dari
Ibnu ‘Abbas bahwa dijanjikan kepada Nabi saw kemenangan bagi umatnya, sehingga
beliau pun merasa gembira karenanya. Ayat ini adh-Dhuha ayat 5 turun berkenaan
dengan peristiwa tersebut.
Diriwayatkan ole hath-Thabarani
di dalam kitab al-Ausath, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas, isnad hadits ini
hasan, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Diperlihatkan kepadaku
kemenangan-kemenangan yang akan diperoleh umatku sesudah aku (meninggal),
sehingga aku pun merasa sangat gembira.” Maka turunlah ayat ini (adh-Dhuhaa: 4)
berkenaan dengan peristiwa tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar