6. Ketahuilah! Sesungguhnya
manusia benar-benar melampaui batas,
7. karena Dia melihat dirinya
serba cukup.
8. Sesungguhnya hanya kepada
Tuhanmulah kembali(mu).
9. bagaimana pendapatmu tentang
orang yang melarang,
10. seorang hamba ketika
mengerjakan shalat*,
11. bagaimana pendapatmu jika
orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,
12. atau Dia menyuruh bertakwa
(kepada Allah)?
13. bagaimana pendapatmu jika
orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?
14. tidaklah Dia mengetahui
bahwa Sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?
15. ketahuilah, sungguh jika
Dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya**,
16. (yaitu) ubun-ubun orang
yang mendustakan lagi durhaka.
17. Maka Biarlah Dia memanggil
golongannya (untuk menolongnya),
18. kelak Kami akan memanggil
Malaikat Zabaniyah***,
19. sekali-kali jangan,
janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada
Tuhan).
* Yang dimaksud
dengan orang yang hendak melarang itu ialah Abu Jahal, yang dilarang itu ialah
Rasulullah sendiri. akan tetapi usaha ini tidak berhasil karena Abu Jahal
melihat sesuatu yang menakutkannya. setelah Rasulullah selesai shalat
disampaikan orang berita itu kepada Rasulullah. kemudian Rasulullah mengatakan:
“Kalau jadilah Abu Jahal berbuat demikian pasti Dia akan dibinasakan oleh
Malaikat”.
** Maksudnya:
memasukkannya ke dalam neraka dengan menarik kepalanya.
***Malaikat Zabaniyah ialah
Malaikat yang menyiksa orang-orang yang berdosa di dalam neraka.
Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir
yang bersumber dari Abu Hurairah bahwa Abu Jahal pernah berkata, “Apakah
Muhammad meletakkan mukanya ke tanah (sujud) di hadapan kamu ?” ketika itu
orang membenarkannya. Selanjutnya Abu Jahal berkata: “Demi al-Lata dan
al-‘Uzza, sekiranya aku melihat dia sedang berbuat demikian, akan aku injak
batang lehernya dan kubenamkan mukanya ke dalam tanah.” Ayat-ayat ini (6-19)
turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir
yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika Rasulullah saw sedang shalat,
datanglah Abu Jahal melarang beliau melakukannya. Ayat-ayat 6-19 ini turun
berkenaan dengan peristiwa tersebut sebagai ancaman kepada orang yang
menghalang-halangi orang yang hendak beribadah.
Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi
dan lain-lain, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas, menurut at-Tirmidzi hadits ini
hasan shahih, bahwa ketika Rasulullah saw sedang shalat, datanglah Abu Jahal
seraya berkata: “Bukankah aku sudah melarang engkau berbuat demikian (shalat)
?” Nabi Muhammad saw pun membentaknya. Abu Jahal berkata: “Bukankah engkau tau
bahwa di sini tidak ada orang yang lebih banyak pengikutnya daripada aku ?”
maka Allah menurunkan ayat-ayat ini (al-‘Alaq 17-19) sebagai ancaman kepada
orang yang menghalang-halangi orang yang hendak melakukan ibadah dan merasa
banyak pengikut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar